AniEvo ID – Kalau idol besar seperti AKB48 tampil di panggung megah, ada ribuan idol lain yang tampil di live house kecil dengan penonton terbatas. Mereka dikenal sebagai underground idol atau chika idol (地下アイドル). Di balik semangat mereka, tersimpan sisi gelap soal bayaran kecil, kontrak berat, dan eksploitasi.

Tampil Hampir Tiap Hari, Bayaran Nyaris Nol

Ilustrasi pertunjukan idol di sebuah live house di Shimokitazawa, Tokyo. Grup dalam foto tidak terkait kasus apa pun dalam artikel ini - Foto: Mooncastlesun via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Mantan underground idol Tsubasa Minmin menceritakan pengalamannya kepada Nippon.com pada 2019. Grupnya beranggotakan 10 orang berusia 12 sampai 23 tahun. Awalnya mereka tidak dibayar sama sekali, hanya mendapat ¥5.000 per bulan untuk biaya transportasi, padahal tampil hampir setiap hari.

Menurut ceritanya, penonton membayar tiket masuk ¥2.000–3.000 ditambah ¥600 per minuman, dan foto bareng anggota dihargai ¥1.000. Tapi menurut Tsubasa, tidak ada satu pun pendapatan itu yang diteruskan kepada para anggota.

Sistem Cheki, Sumber Utama Pendapatan

Cheki adalah foto instan bersama idol yang diambil memakai kamera instan. Dalam wawancara dengan Business Insider Japan pada November 2024, seorang produser menyebut harga satu cheki sekitar ¥1.500, dan idol mendapat bagian 30–40% atau sekitar ¥500. Bayarannya sepenuhnya berbasis komisi.

Produser yang sama menyebut banyak grup mendapatkan lebih dari separuh pendapatan mereka dari cheki, bahkan ada yang lebih dari 90%. Sementara itu, pendapatan dari penjualan tiket biasanya tidak dibagikan kepada para idol.

Seorang pengacara yang menulis di Gendai juga mengungkap beberapa kontrak hanya membayar setengah dari penjualan cheki, bahkan ada yang menyebut persentase bayaran "ditentukan agensi". Idol yang hanya mendapat puluhan cheki per bulan bisa cuma menghasilkan ¥10.000–20.000.

Kasus yang Sampai ke Pengadilan

Salah satu kasus yang paling disorot adalah kasus grup idol petani asal Ehime, Enoha Girls. Seorang anggotanya yang berusia 16 tahun meninggal dunia pada 2018, dan keluarganya menggugat agensi dengan tuduhan kerja berlebihan dan pelecehan kekuasaan. Namun pada 9 Juni 2022, Pengadilan Distrik Tokyo menolak gugatan itu karena tidak menemukan bukti pelecehan atau kerja berlebihan.

Dalam kasus terkait lainnya pada September 2021, Pengadilan Distrik Tokyo memutuskan bahwa idol tersebut bukan pekerja menurut hukum ketenagakerjaan, karena ia bebas menerima atau menolak setiap kegiatan dan bayarannya berupa bagi hasil. Artinya, perlindungan upah minimum tidak berlaku. Putusan ini menunjukkan betapa lemahnya posisi hukum para idol.

Pemerintah Mulai Turun Tangan

Komisi Perdagangan yang Adil Jepang (JFTC) mulai menyoroti kontrak di industri hiburan. Pada 2018, JFTC menyebut kontrak yang membatasi talenta pindah agensi bisa melanggar Undang-Undang Antimonopoli. Pada September 2025, JFTC juga menerbitkan pedoman transaksi yang adil antara talenta dan agensi, termasuk daftar tindakan yang berpotensi melanggar, seperti menghalangi talenta pindah agensi atau membatasi penggunaan nama panggung.

Pengacara yang menulis di Gendai juga menceritakan kasus seorang idol dari grup yang cukup dikenal yang tidak dibayar selama bertahun-tahun, sampai akhirnya sebagian bayarannya berhasil ditagih lewat bantuan hukum. Cerita seperti ini menunjukkan bahwa masalah bayaran bukan cuma terjadi di grup kecil.

Dalam kasus Enoha Girls, keluarga sempat menyatakan akan mengajukan banding, sementara pihak perusahaan juga mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap pihak keluarga. Sampai saat ini, gue belum menemukan hasil akhir dari proses banding tersebut.

Kisah underground idol mengingatkan kita bahwa di balik kostum lucu dan senyum di atas panggung, ada orang-orang muda yang berjuang dengan kondisi kerja yang berat. Kisah lengkap Tsubasa Minmin bisa lo baca di Nippon.com.

Kalau lo atau orang terdekat sedang mengalami masa sulit, jangan ragu cari bantuan. Di Indonesia, layanan Healing119 bisa dihubungi lewat 119 ekstensi 8.

Jadi, menurut lo gimana cara fans bisa dukung idol favorit dengan lebih adil? Tulis pendapat lo di kolom komentar, dan pantengin terus AniEvo ID buat bahas sisi lain industri hiburan Jepang!