AniEvo ID – Jadi seiyuu atau pengisi suara anime adalah impian banyak orang. Tapi tahukah lo kalau honor seiyuu di Jepang diatur lewat sistem ranking yang bikin banyak seiyuu pemula dibayar kecil? Kali ini gue mau bahas sistem yang dikenal dengan nama ranku-sei (ランク制) ini.
Siapa yang Mengatur Honor Seiyuu?
Menurut Bengo4, aturan honor pengisi suara dikelola bersama oleh empat lembaga, termasuk Japan Actors Union (日俳連) dan asosiasi agensi pengisi suara. Mereka punya buku panduan yang menetapkan rumus honor awal dan honor tayang ulang.
Dalam sistem ini, setiap seiyuu punya ranking dasar yang disepakati antara seiyuu dan agensinya. Rentangnya mulai dari ¥15.000 sampai ¥45.000. Di atas itu ada status "no rank" yang honornya dinegosiasikan bebas tanpa batas atas. Ranking juga bisa diturunkan.
Rumus Honor yang Nggak Peduli Peran Utama
Honor awal dihitung dengan rumus ranking dasar dikali pengali durasi tayang dikali tingkat pemakaian. Contoh yang dijelaskan Bengo4: ¥15.000 dikali 1,5 untuk tayangan 60 menit, dikali 170% untuk drama asing di NHK, hasilnya ¥38.250.
Yang bikin banyak orang kaget, menurut laporan Shukan Gendai tahun 2017, sistem ini tidak memberikan bonus untuk peran utama. Honor yang diterima sama saja, entah seiyuu itu punya banyak dialog atau cuma satu baris. Ranking naik bertahap per ¥1.000 mulai dari ¥15.000.
Masa Junior yang Penuh Perjuangan
Seiyuu pemula masuk kategori junior setidaknya selama tiga tahun pertama. Di masa ini, mereka dibayar rata ¥15.000 per episode, baik untuk tayangan 30 menit maupun 90 menit.
Dalam kutipan buku seorang presiden agensi yang dimuat Bunshun, honor junior adalah ¥15.000 per episode TV 30 menit, sementara ranking tertinggi "A rank" mendapat ¥45.000. Status "no rank" disebut sangat jarang. Kalau seorang junior punya empat acara mingguan, artinya sekitar 16 episode sebulan, ia mendapat sekitar ¥240.000 per bulan. Pembagian umumnya 80% untuk seiyuu dan 20% untuk agensi.
Naik Ranking Malah Bisa Kehilangan Kerjaan
Ini bagian paling ironis. Menurut sumber yang sama, ada seiyuu yang sengaja bertahan di ranking ¥15.000, karena ranking lebih tinggi bisa berarti tawaran peran justru berkurang. Produser dengan anggaran terbatas cenderung memilih seiyuu yang lebih murah.
Seorang seiyuu aktif yang diwawancarai TV Tokyo Plus secara anonim pada 2022 bercerita bahwa banyak seiyuu kehilangan pekerjaan setelah naik ke status "ranker". Ia menyebut sekarang ada tahap "step rank" sekitar dua tahun di antara junior dan ranker. Menurutnya, produksi dubbing dengan anggaran rendah banyak bergantung pada seiyuu junior yang murah.
Perlu dicatat, sistem ranking ini dilaporkan tidak berlaku untuk agensi di luar serikat atau seiyuu freelance, sehingga kondisi mereka bisa berbeda.
Tantangan Baru dari AI
Selain soal honor, seiyuu kini juga menghadapi tantangan dari teknologi. Pada 15 Oktober 2026, Japan Actors Union dilaporkan merilis pedoman soal penggunaan AI generatif untuk suara, yang pada prinsipnya menyatakan pekerjaan dubbing tidak boleh digantikan oleh AI.
Contoh lain dari Bengo4 adalah honor tayang ulang. Jika seorang seiyuu punya ranking ¥22.500 dan tingkat pemakaian tayang ulangnya 20%, maka honor tayang ulangnya hanya sekitar ¥4.500. Angka-angka ini terasa kecil kalau dibandingkan dengan popularitas anime yang bisa ditonton jutaan orang.
Kisah di balik layar ini bikin kita makin menghargai suara-suara yang menghidupkan karakter anime favorit kita. Penjelasan lengkap soal rumus honornya bisa lo baca di Bengo4.
Jadi, menurut lo sistem ranking honor seiyuu ini adil atau udah waktunya diubah? Tulis pendapat lo di kolom komentar, dan pantengin terus AniEvo ID buat bahas sisi lain industri anime Jepang!











