AniEvo ID – Buat lo yang hobi main game gacha, pernah dengar istilah Kompu Gacha? Sistem ini pernah bikin heboh Jepang sampai akhirnya dinyatakan ilegal pada tahun 2012. Kali ini gue mau bahas sisi gelap dunia gacha Jepang yang jarang dibahas!
Apa Itu Kompu Gacha?
Kompu gacha adalah singkatan dari complete gacha (コンプガチャ). Dalam sistem ini, pemain membayar untuk mendapatkan item secara acak. Kalau pemain berhasil mengumpulkan satu set item tertentu secara lengkap, mereka akan mendapatkan item langka tambahan sebagai hadiah.
Kedengarannya seru, tapi justru di situ masalahnya. Untuk melengkapi satu set, pemain sering harus menarik gacha berkali-kali, karena item terakhir yang dibutuhkan bisa sangat sulit didapat. Sistem ini mendorong pemain terus mengeluarkan uang tanpa batas yang jelas.
Pemain Habis ¥4 Juta dalam Dua Bulan
Pada awal Mei 2012, Bloomberg melaporkan bahwa Badan Urusan Konsumen Jepang (CAA) sedang memeriksa mekanisme kompu gacha. Salah satu kasus yang disorot adalah seorang pengguna yang menghabiskan tagihan sekitar ¥4 juta hanya dalam waktu dua bulan.
Kabar ini langsung mengguncang pasar saham. Saham GREE turun sekitar 25%, sementara saham DeNA turun sekitar 20%. Para analis memperkirakan larangan kompu gacha bisa memangkas laba bersih GREE hingga 18% dan DeNA hingga 6%.
Resmi Dinyatakan Ilegal
Pada 18 Mei 2012, CAA menyatakan bahwa kompu gacha termasuk metode hadiah "kado-awase" atau mencocokkan kartu, yang dilarang berdasarkan Undang-Undang tentang Hadiah dan Representasi yang Tidak Wajar (景品表示法).
Standar operasional yang sudah direvisi diterbitkan pada 29 Juni 2012 dan mulai berlaku 1 Juli 2012. Aturan ini secara jelas mencakup item acak berbayar di game online, di mana pengumpulan satu set beberapa jenis item akan membuka item lain.
Bahkan sebelum aturan itu berlaku, GREE, DeNA, dan empat platform lainnya sudah menyatakan akan menghapus mekanisme kompu gacha paling lambat akhir Mei 2012.
Gacha Biasa Tetap Legal
Yang perlu dicatat, larangan ini hanya berlaku untuk kompu gacha. Sistem gacha biasa tetap legal di Jepang. Industri game kemudian mengandalkan aturan mandiri, seperti pedoman dari JOGA (Japan Online Game Association) sejak Agustus 2012, pedoman item acak dari CESA tahun 2016, dan deklarasi JOGA tahun 2024. Menampilkan persentase drop rate menjadi salah satu opsi yang dianjurkan, meski tidak diwajibkan.
CAA juga pernah menindak kasus gacha yang menyesatkan. Pada 26 Januari 2018, CAA mengeluarkan perintah terhadap sebuah perusahaan game karena gacha mereka menampilkan peluang 3%, padahal peluang sebenarnya cuma sekitar 0,333%.
Pelajaran Buat Para Gamer
Kasus kompu gacha nunjukin bahwa desain game bisa sengaja dibuat untuk mendorong pengeluaran berlebihan. Perdebatan soal loot box dan gacha pun masih berlangsung sampai sekarang di berbagai negara. Sebagai pemain, penting buat kita tahu batas dan bijak dalam mengatur pengeluaran.
Contoh Cara Kerja Kompu Gacha
Biar lebih kebayang, misalnya sebuah game menyediakan gacha berisi enam kartu berbeda. Pemain yang berhasil mengumpulkan keenam kartu itu akan mendapatkan satu kartu super langka yang tidak bisa didapat dengan cara lain. Masalahnya, lima kartu pertama mungkin cepat didapat, tapi kartu terakhir bisa sangat sulit muncul. Akibatnya, pemain yang sudah "tanggung" terus menarik gacha demi melengkapi set.
Sampai sekarang, kepatuhan terhadap larangan kompu gacha dan keterbukaan drop rate di game mobile Jepang masih terus diteliti oleh akademisi, salah satunya lewat makalah penelitian yang dipresentasikan di konferensi DiGRA tahun 2026.
Laporan Bloomberg soal keputusan CAA bisa lo baca di situs Bloomberg.
Jadi, lo termasuk tim gacha hemat atau tim all-in demi karakter favorit? Pernah habis berapa buat satu banner? Ceritain di kolom komentar, dan pantengin terus AniEvo ID buat bahas dunia game Jepang lainnya!












