AniEvo ID – Musim dingin di Jepang udah makin dekat, dan ini saatnya benda legendaris yang satu ini keluar dari gudang. Kali ini gue mau bahas Kotatsu (炬燵), meja pendek berselimut dengan pemanas di bawahnya. Lo pasti sering lihat di anime, karakter yang males keluar dari kotatsu sambil makan jeruk!

Asal-usul Kotatsu dari Tungku Irori

Kotatsu listrik modern lengkap dengan selimut dan kabelnya - Foto: Hustvedt via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Catatan tertua tentang kotatsu berasal dari tahun 1490, tercatat di buku harian Inryoken Nichiroku. Bentuk awalnya cukup sederhana, yaitu rangka yang dipasang di atas irori (tungku perapian di lantai) lalu ditutup dengan futon.

Lama-lama muncul versi yang lantainya diturunkan, sehingga orang bisa duduk sambil menjulurkan kaki ke bawah. Lalu di pertengahan zaman Edo, mulai populer oki-gotatsu, kotatsu yang bisa dipindah-pindah dengan sumber panas berupa hibachi atau anglo arang.

Kotatsu Model Kursi dari Seniman Inggris

Ada cerita unik di balik kotatsu model kaki menjuntai. Tahun 1909, seniman keramik asal Inggris bernama Bernard Leach membuat kotatsu dengan lantai cekung setinggi kursi di rumahnya di Ueno, Tokyo. Penulis terkenal seperti Shiga Naoya dan Satomi Ton memuji desain itu, dan modelnya pun ikut menyebar di awal zaman Showa.

Revolusi Kotatsu Listrik Tahun 1957

Sebenarnya kotatsu listrik udah ada sejak akhir zaman Taisho, tapi waktu itu belum laku. Semuanya berubah pada November 1957, ketika Toshiba merilis kotatsu listrik dengan pemanas nikrom yang dipasang di bawah meja. Produk ini langsung jadi hit nasional.

Sekitar tahun 1960, para produsen bikin pemanasnya menyala warna merah biar kelihatan hangat, dan trik itu bikin penjualan makin naik. Menurut penelitian dari Japan Society for the Science of Design, kotatsu listrik akhirnya menyebar ke hampir semua rumah tangga. Model kelas atas tahun 1975 bahkan didesain lebih mirip perabot daripada alat elektronik, sehingga kotatsu juga jadi meja makan dan meja keluarga.

Data menunjukkan sekitar 81% rumah di Jepang punya kotatsu pada tahun 1997. Di antara 47 prefektur, Yamanashi tercatat sebagai daerah dengan kepemilikan kotatsu paling tinggi, sementara Hokkaido paling rendah.

Kotatsu, Mikan, dan Kucing

Kalau ngomongin kotatsu, nggak lengkap tanpa mikan, jeruk khas Jepang. Kombinasi kotatsu dan mikan udah jadi gambaran klasik kenyamanan musim dingin di Jepang. Bayangin aja, duduk di bawah selimut hangat, nonton TV, sambil ngupas jeruk satu per satu.

Kotatsu juga punya tempat khusus di dunia sastra. Kata kotatsu termasuk kigo, yaitu kata penanda musim dingin dalam puisi haiku. Bahkan ada kigo khusus kotatsu neko atau "kucing kotatsu", karena kucing memang suka banget tidur di bawah kotatsu yang hangat.

Kotatsu di Dunia Anime

Buat penggemar anime, kotatsu udah jadi properti wajib di episode-episode musim dingin. Adegan karakter berkumpul di kotatsu, ngobrol santai, atau ketiduran di bawahnya sering muncul di anime slice of life. Adegan kayak gini selalu berhasil bikin suasana terasa hangat dan nostalgia, sekaligus bikin kita pengen punya kotatsu sendiri.

Gimana Sih Cara Kerja Kotatsu?

Kotatsu modern punya struktur yang simpel. Ada rangka meja pendek dengan pemanas listrik yang dipasang di bagian bawah daun mejanya. Di antara rangka dan papan meja, dipasang selimut tebal atau futon yang menjuntai sampai lantai. Panas dari pemanas pun terperangkap di bawah selimut, sehingga kaki dan badan bagian bawah terasa hangat.

Masalahnya cuma satu: sekali masuk kotatsu, susah banget buat keluar lagi! Buat lo yang penasaran sama sejarah desainnya, ada penelitian lengkapnya di J-STAGE.

Jadi, kalau lo dikasih kesempatan punya kotatsu di rumah, lo bakal kuat keluar dari situ atau malah nggak mau ke mana-mana? Tulis di kolom komentar dan pantengin terus AniEvo ID buat budaya Jepang lainnya!