AniEvo ID – Di balik panggung gemerlap dan senyum manis para idol Jepang, ada satu aturan yang udah lama jadi perdebatan, yaitu larangan pacaran idol atau ren'ai kinshi (恋愛禁止). Banyak idol yang terikat kontrak yang melarang mereka punya hubungan asmara. Kali ini gue mau bahas sisi gelap aturan ini, dari kasus yang bikin heboh dunia sampai yang dibawa ke pengadilan.

Kenapa Idol Dilarang Pacaran?

Dalam industri idol Jepang, idol sering dipasarkan sebagai sosok yang "bisa diraih" oleh para fans. Hubungan antara idol dan penggemar dibangun lewat konser, event jabat tangan, sampai foto bareng. Karena itu, kabar seorang idol punya pacar dianggap bisa merusak citra dan bikin fans kecewa.

Pengadilan Distrik Tokyo pada tahun 2015 juga sempat mengakui logika bisnis ini. Dalam salah satu putusannya, pengadilan menilai terungkapnya hubungan asmara seorang idol bisa merusak citra yang dibangun agensinya.

Kasus Minami Minegishi yang Bikin Dunia Kaget

Kasus paling terkenal terjadi pada 31 Januari 2013. Minami Minegishi, anggota AKB48 yang saat itu berusia 20 tahun, mengunggah video permintaan maaf dengan kepala yang sudah dicukur habis. Menurut BBC, ini terjadi setelah ia dilaporkan menghabiskan malam di tempat kekasihnya.

Pihak manajemen menyebut Minegishi melanggar "aturan utama", yaitu tidak boleh pacaran. Ia kemudian diturunkan statusnya menjadi kenkyusei atau anggota trainee. Video itu langsung menyebar ke seluruh dunia dan memicu kritik keras soal tekanan yang dialami para idol.

Ketika Larangan Pacaran Dibawa ke Pengadilan

Gedung Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Distrik Tokyo di Kasumigaseki - Foto: っ via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Pada September 2015, Pengadilan Distrik Tokyo memutus kasus seorang anggota grup idol yang melanggar aturan "tidak boleh pacaran dengan laki-laki" saat masih berusia 17 tahun. Setelah kasus itu, grupnya bubar. Pengadilan memutuskan ia melanggar aturan dan harus membayar ganti rugi sebesar ¥650.000 kepada agensi.

Tapi beberapa bulan kemudian, muncul putusan yang berbeda arah. Pada 18 Januari 2016, Pengadilan Distrik Tokyo menolak gugatan sebuah agensi terhadap mantan idol yang berpacaran dengan seorang fans. Idol itu menandatangani kontrak saat berusia 19 tahun, mulai berpacaran setelah berusia 20, lalu keluar dari grup pada Juli 2014.

Hakim Katsuya Hara dalam putusannya menyebut bahwa berpacaran adalah bagian dari hak menentukan diri sendiri dan kebebasan mengejar kebahagiaan. Menurut pengadilan, melarang pacaran lewat tuntutan ganti rugi dinilai berlebihan, bahkan dengan mempertimbangkan sifat pekerjaan seorang idol.

Meski begitu, putusan itu tetap mengakui larangan pacaran punya "rasionalitas tertentu". Ganti rugi dianggap pantas hanya jika idol sengaja mengungkap hubungannya untuk merugikan agensi.

Isi Kontrak yang Bikin Geleng-geleng

Menurut seorang pengacara yang menulis di Gendai, kontrak agensi idol sering memuat klausul yang berat. Contohnya denda kalau melanggar larangan pacaran, idol harus menanggung sendiri biaya transportasi dan latihan, kewajiban mengembalikan "biaya pelatihan", larangan bekerja selama dua tahun setelah keluar, sampai larangan memakai nama panggung atau akun media sosial.

Pengacara tersebut juga mencatat bahwa pengadilan pernah menilai klausul larangan pacaran dan larangan kerja dua tahun itu tidak mengikat. Di kalangan underground idol, seorang mantan idol bercerita ke Nippon.com bahwa mengunggah foto bersama pacar dianggap tabu, dan banyak idol dipecat atau memilih keluar gara-gara kontak pribadi dengan fans.

Isu yang Masih Hidup Sampai Sekarang

Topik ini bahkan diangkat ke layar lebar lewat film Love on Trial (恋愛裁判) karya sutradara Koji Fukada, tentang seorang idol yang digugat karena melanggar klausul larangan pacaran. Film yang dibintangi mantan idol Kyoko Saito ini tayang perdana di Festival Film Cannes pada Mei 2025, lalu dirilis di Jepang pada Januari 2026.

Dalam kasus tahun 2015, pengadilan juga mempertimbangkan bahwa bubarnya grup membuat agensi kehilangan investasi awal yang sudah dikeluarkan. Sementara dalam kasus 2016, kontrak sang idol memang memuat klausul ganti rugi jika ia berpacaran dengan fans, dan agensi dilaporkan menuntut ganti rugi hingga sekitar ¥9,9 juta sebelum akhirnya ditolak pengadilan.

Sampai sekarang, gue belum menemukan sumber kredibel yang menyebut ada agensi besar yang secara resmi menghapus larangan pacaran. Jadi, aturan ini kemungkinan masih berlaku di banyak tempat, meski secara hukum makin dipertanyakan. Laporan BBC soal kasus Minegishi bisa lo baca di situs BBC.

Jadi, menurut lo larangan pacaran buat idol masih masuk akal atau udah waktunya dihapus? Tulis pendapat lo di kolom komentar, dan pantengin terus AniEvo ID buat bahas sisi lain industri hiburan Jepang!