AniEvo ID – Kedekatan antara idol dan fans adalah jualan utama industri idol Jepang. Lewat event jabat tangan, konser kecil, dan foto bareng, fans bisa bertemu langsung dengan idola mereka. Tapi kedekatan ini juga punya sisi gelap. Beberapa kasus kekerasan dan penguntitan oleh fans bahkan sampai mengubah aturan keamanan dan undang-undang di Jepang.

Serangan Gergaji di Event Jabat Tangan AKB48

Teater NGT48 di Niigata - Foto: Rebirth10 via Wikimedia Commons (CC0)

Pada 25 Mei 2014, sebuah event jabat tangan AKB48 di Takizawa, Prefektur Iwate, berubah jadi mimpi buruk. Menurut BBC, seorang pria menyerang anggota Rina Kawaei (19) dan Anna Iriyama (18), serta seorang staf laki-laki, menggunakan gergaji.

Pelakunya, Satoru Umeta yang saat itu berusia 24 tahun, divonis 6 tahun penjara pada Februari 2015. Gergaji yang dipakai ternyata sudah dipasangi pisau cutter.

Setelah insiden itu, event jabat tangan AKB48 kembali digelar pada 5 Juli 2014 di Tokyo Big Sight dengan pengamanan jauh lebih ketat. Menurut SoraNews24, pengunjung harus melewati detektor logam dan pemeriksaan tas secara manual, hanya boleh membawa satu tas, dan tidak boleh membawa tas sama sekali ke jalur jabat tangan.

Kasus Mayu Tomita dan Kritik ke Polisi

Kasus yang nggak kalah mengejutkan terjadi pada 21 Mei 2016 di Koganei, Tokyo. Mayu Tomita, seorang idol dan aktris, ditusuk oleh seorang fans di dekat sebuah live house. Yang bikin publik marah, sebelum serangan itu Tomita sudah melapor ke kantor polisi Musashino bahwa ia takut dibunuh.

Pada Desember 2016, polisi mengakui keselamatan Tomita seharusnya diamankan secara mendesak. Tomita kemudian menggugat pemerintah Metropolitan Tokyo pada Juli 2019. Menurut Bengo4, kasus ini berakhir damai di Pengadilan Distrik Tokyo pada 28 Juli 2025. Polisi berjanji untuk lebih mendengarkan korban, memperkuat penanganan, berbagi informasi, dan menilai bahaya serta urgensi dengan lebih akurat.

Di hari yang sama, pengadilan memerintahkan pelaku membayar ganti rugi sekitar ¥76 juta. Secara pidana, pelaku sudah divonis 14 tahun 6 bulan penjara atas percobaan pembunuhan dan dakwaan lainnya.

Undang-Undang Anti-Stalker Diperketat

Jepang beberapa kali merevisi Undang-Undang Pengaturan Stalker. Revisi tahun 2016 menambahkan pengiriman pesan berulang lewat media sosial sebagai bentuk penguntitan, dan membuat kasus stalking bisa dituntut tanpa perlu laporan resmi korban. Banyak media mengaitkan revisi ini dengan kasus Mayu Tomita.

Revisi terbaru, menurut situs resmi Badan Kepolisian Nasional Jepang, diumumkan pada 10 Desember 2025 dan mulai berlaku 30 Desember 2025. Aturan ini mencakup pelacakan diam-diam memakai tag pelacak barang hilang seperti AirTag, dan polisi kini bisa memberikan peringatan atas inisiatif sendiri. Mulai Maret 2026, polisi juga bisa meminta pihak ketiga untuk tidak memberikan informasi korban kepada pelaku.

Kasus NGT48 dan Permintaan Maaf yang Memicu Amarah

Kasus lain yang menyita perhatian adalah yang dialami Maho Yamaguchi dari NGT48. Menurut Time, ia diserang oleh dua fans laki-laki di apartemennya pada 8 Desember 2018, lalu mengungkapkannya ke publik pada 8 Januari 2019.

Yang bikin publik marah, dua hari kemudian Yamaguchi justru meminta maaf di atas panggung karena "menimbulkan masalah". Operator grup kemudian merilis laporan panel pihak ketiga yang menyebut tidak ada anggota yang terlibat dalam serangan itu, tapi Yamaguchi secara terbuka membantah isi laporan tersebut. Ia akhirnya keluar dari grup pada Mei 2019.

Dalam kasus Mayu Tomita, ia juga mencapai kesepakatan damai dengan agensi lamanya. Sementara itu, revisi Undang-Undang Stalker tahun 2016 disahkan secara bulat oleh komite majelis rendah pada 30 November 2016, menunjukkan betapa besar tekanan publik setelah kasus tersebut.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa di balik konsep idol yang "dekat dengan fans", ada risiko besar yang sering ditanggung sendiri oleh para idol. Laporan lengkap soal vonis kasus serangan gergaji bisa lo baca di BBC.

Jadi, menurut lo gimana cara terbaik melindungi idol tanpa menghilangkan kedekatan mereka dengan fans? Tulis pendapat lo di kolom komentar, dan pantengin terus AniEvo ID buat bahas sisi lain industri hiburan Jepang!