5 Efek Menonton Anime yang Mungkin tidak Kamu Sadari

Menonton anime mempengaruhi kamu dalam beberapa hal. Dan itu bukan hal yang buruk seperti yang coba dikatakan oleh para pembenci anime.

Yang paling penting, seperti kebanyakan hal, adalah bagaimana hal itu memengaruhi kamu dan cara kamu menafsirkannya.

Bicara tentang efek dari anime, kami merangkum berbagai efek yang akan atau bahkan sudah kamu rasakan ketika sudah menjadi penggemar anime, apa saja? Simak rangkumannya di bawah ini.

1. Keinginan untuk bepergian ke Jepang

Source: Images Google

Anime adalah fiksi, dan itulah daya tariknya. Itulah mengapa ketika kamu melihat karakter anime, adegan, latar belakang, dan lokasinya membuat kamu sangat ingin pergi ke Jepang.

Bandingkan dengan acara-acara impor dari negara lain. Apakah mereka punya kekuatan yang sama untuk membuat kamu setidaknya berangan-angan untuk pergi ke negri Sakura?

Anime memberikan efek itu pada penontonnya, baik itu penggemar baru dan penggemar yang sudah lama. Semuanya begitu cerah dan penuh warna, dan dalam beberapa hal kadang dilebih-lebihkan, sehingga memicu imajinasi kamu tentang “seperti apa rasanya.”

Selama kamu tidak mengalami delusi, Kamu tidak boleh kecewa dengan kenyataan yang mungkin berbeda dengan apa yang kamu bayangkan ketika kamu pergi ke Jepang.

2. Kamu kehilangan minat pada bentuk hiburan lain

Source: Images Google

Efek anime tidak bisa diremehkan. Jujur saja kami tidak tahu tentang dirimu, tetapi ketika saya pribadi terjun ke dunia anime, saya mulai kehilangan minat pada bentuk hiburan lain.

Hiburan lain disini maksudnya adalah program TV, film, dan acara hiburan lainnya. Meskipun masih ada sedikit daya tarik untuk film dan TV karena cenderung realistis dengan orang-orang di dunia nyata.

Bahkan kartun lain pada umumnya tidak dapat dibandingkan dengan anime, karena fleksibilitas dan sifat dinamisnya. Topik, subjek, tema, dan cerita di anime ada di liga mereka sendiri.

Itulah yang memberikan keunikan yang dimilikinya, dan mengapa orang yang menonton anime perlahan-lahan mulai kehilangan minat pada jenis media lain, atau paling tidak mereka jadi jarang menontonnya.

3. Teman dan circle kamu mungkin berubah

Source: Images Google

Anime, meskipun meledak pada tahun 1990-an dan menarik jutaan penggemar sejak saat itu, terkadang masih saja dinilai negatif.

Anime diteliti, dikritik, diremehkan, dan bahkan disalahartikan dengan sengaja. Propaganda dan serangan konstan terhadap anime adalah nyata dan konsisten, seolah-olah kereta kebencian itu memiliki bahan bakar tak terbatas yang hanya menghasilkan ketidaktahuan.

Inilah sebabnya mengapa teman dan circle-mu cenderung berubah saat kamu menonton anime dan mulai menjadi penggemarnya.

Saat kamu mulai terlibat dalam komunitas anime, membagikan minat animemu dengan orang lain, atau bahkan mulai mengenakan merchandise anime secara terang-terangan, orang-orang di sekitar kamu akan menilai dirimu karenanya.

Hal umum yang mungkin akan kamu dengar:

  • Anime itu kekanak-kanakan.
  • Anime adalah porno.
  • Anime untuk pedofil.
  • Dan semua tuduhan lain yang bisa kamu pikirkan.

Di sisi lain, teman dan circle anime-mu mungkin cenderung lebih paham dan berpikiran terbuka. Baik di ranah online maupun offline.

Beberapa penggemar anime memutuskan untuk tidak mempublikasikan minat mereka, dan memilih untuk menyembunyikannya dan merahasiakannya. Contohnya seperti Koyanagi-san di dalam anime Wotaku ni Koi wa Muzukashii ini.

Source: Images Google

Tetapi pada titik tertentu, kamu akan berhenti peduli tentang semua itu, dan efek anime seringkali dapat mengubah pertemanan.

4. Apresiasi baru terhadap seni

Source: Images Google

Berasal dari Jepang, negara yang tidak seperti di belahan bumi bagian barat di mana sebagian besar media “populer” dibuat, anime menghadirkan nuansa baru dengan desainnya yang liar namun kreatif.

Ini tentu saja memberi kamu apresiasi baru terhadap seni, karena tidak ada seni lain yang identik dengannya. Jika kamu seorang kreatif atau bahkan seorang desainer, kamu akan lebih menghargai seni daripada kebanyakan orang.

Seperti seni lainnya, anime bisa menjadi klise atau membosankan. Karena seni dan segala bentuk kreativitas pada akhirnya terlalu sering ditiru atau dibuat ulang.

Hal itu normal. Tetapi pendekatan dan gaya seni anime, terutama ketika berfokus pada studio dan penulis tertentu, adalah sesuatu dari planet lain.

Salah satu aspeknya adalah desain mirip manusia yang menolak untuk mengikuti desain biasa. Penggambaran manusia dalam anime didesain seperti “animasi” dan memberikan kesan fiksi, tetapi tetap memungkinkan kamu berhubungan karena ada rasa realisme dengan seni dan gambar.

5. Apresiasi baru untuk keaslian

Source: Images Google

Beberapa dari kamu pasti tahu anime Shimoneta yang dibuat oleh J.C Staff, jika kamu menyukai anime Ecchi, kamu pasti sudah menontonnya.

Shimoneta bercerita tentang masyarakat yang penuh dengan kepalsuan, dan kebenaran politik menjadi gila.

Ayame Kajou, sang pemeran utama wanita, menolak menerima anggapan bahwa lelucon mesum dianggap “kotor” sampai-sampai melanggar hukum.

Anime berjalan ke arah yang menarik, dan ada banyak kebenaran yang bisa diambil dari pertunjukan diatas. Anime akan “pergi” dan menjelajahi topik yang paling gila, tabu, dan tak terpikirkan dimana media lain terlalu takut untuk melakukannya.

Kebanyakan orang tidak menginginkan reaksi balasan, kontroversi, atau bahkan kritik yang tidak sopan dan komentar negatif. Para pembuat konten seringkali takut akan hal semacam itu.

Namun pembuat anime tidak membatasi materi pelajaran atau imajinasi mereka. Jepang sendiri bahkan mendorongnya.

Inilah aspek anime yang memberikan apresiasi baru atas kejujuran di media.

Efek anime lainnya:

  • Kamu akan memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang tidak terduga.
  • Memahami kata-kata dalam bahasa Jepang.
  • Kesehatan matamu mungkin akan terganggu jika kamu tidak menonton dalam jarak yang aman.