AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil dari diskusi fans Dragon Ball tentang Dragon Ball Daima. Serius deh, lo pasti udah denger kan kalo anime ini penuh kejutan tiap episodenya? Apalagi pas nunjukin Goku Super Saiyan 4 sama Vegeta Super Saiyan 3. Tapi ada satu hal yang bikin banyak orang mikir keras: apakah cerita ini canon atau cuma fan service doang?
Nah, masalahnya bukan cuma soal Akira Toriyama ngerjain ceritanya sebelum meninggal, tapi lebih ke posisi timeline-nya Daima. Katanya sih, Daima ini interquel alias cerita yang terjadi antara Dragon Ball Z sama Dragon Ball Super. Nah, ini tuh yang bikin bingung. Contohnya, pas Goku ketemu Bills pertama kali, dia bilang kalo Super Saiyan 3 itu transformasi maksimalnya. Lah, terus gimana bisa di Daima dia malah bisa jadi Super Saiyan 4?
Belum lagi soal Vegeta. Pas Bills ngajak ribut Bulma, Vegeta langsung marah-marah dan jadi Super Saiyan 2 buat melawan Bills. Tapi di Daima, ternyata dia bisa akses Super Saiyan 3 dari dulu. Jadi, apa emang dia nggak cukup marah waktu itu? Kayaknya sih, Daima lebih fokus buat kasih nostalgia ke fans daripada mikirin canon atau nggak.
Terus, gimana cara mereka ngefix ini semua? Fans Jepang udah mulai bikin teori-teori aneh biar ceritanya tetap canon tanpa merusak timeline seri-seri sebelumnya. Ada yang bilang kalo Zeno-sama bakal turun tangan, hapus semuanya, terus bikin ulang alam semesta baru. Ada juga yang yakin kalo Dragon Spheres (atau lebih tepatnya, Spheres of Deus Ex-Machina) bakal digunakan buat reset ingatan semua karakter.
Beberapa komentar fans juga menarik banget:
- “Zeno-Sama tinggal hapus aja Daima atau Super, langsung beres.”
- “Soalnya kan Daima disupervisi sama Toriyama, jadi harusnya lanjut langsung setelah saga Buu.”
- “Lucky banget yang benci Super. Sekarang ada dua timeline resmi, jadi bisa pilih Daima sebagai pelarian.”
- “Bukan dua, tapi tiga timeline.”
- “Ya gapapa sih, dari manga aslinya Dragon Ball emang udah punya tiga timeline. Emang gitu dunianya.”
- “Makasih, Akira Toriyama.”
- “Nggak, nggak gitu. Timeline GT udah ilang, sekarang cuma Daima yang lanjut ke Super.”
- “Jadi, Zeno-Sama di Super sama Megas sama Gigas di Daima juga canon?”
- “Di game kan udah dibilang semuanya canon. Trunks dari Patrulla del Tiempo yang ngawasin semuanya.”
- “Toriyama pernah bilang kalo Super itu sekuel resmi saga Buu.”
- “Berarti ada dua timeline resmi dong.”
- “Penulisnya udah meninggal, stop ngebahas ini terus.”
- “Inilah karya terakhir Toriyama.”
- “Gran Sacerdote sama Zeno-Sama mah nggak penting. Mending Daima jadi canon utama.”
- “Dunia Super udah ribet banget sama mesin waktu.”
- “Sebagai fans Z, aku anggep GT, Super, sama Daima cuma cerita paralel. Dragon Ball udah tamat pas Goku ngalahin Buu trus ngambil Uub jadi murid.”
- “Fans Dragon Ball nggak ngerasa kalo debat ginian tuh cuma buang-buang waktu?”
- “Setelah saga Buu, semuanya jadi kacau balau susah dimengerti.”
- “Semoga ‘Dewa Naga’ dateng buat benerin chaos ini.”
- “Selain timeline original sama Trunks masa depan, ada dua lagi kan? Meski Toriyama udah nggak ada, masa nggak bakal dikembangin ceritanya?”
- “Kalau Daima canon, berarti Vegeta suka cewek berdada besar dan mandi bareng Bulma lebih penting daripada bertarung. Nggak masalah buat lo?”
- “Kalau semuanya makin ribet, Zeno-Sama bisa aja hapus yang nggak penting. Jadi, terusin aja bikin cerita sesuka hati.”
- “Baik Super maupun Daima nggak nyambung sama ending manga aslinya.”
Yaudah deh, intinya sih kita liat aja gimana Toei Animation mau nyelesaiin masalah ini. Yang pasti, fans bakal tetep nonton sambil berharap ada penjelasan logis. Kalau nggak? Ya udah, nikmatin aja sebagai hiburan.
©バード・スタジオ/集英社 ©バード・スタジオ、とよたろう/集英社 ©バードスタジオ/集英社・東映アニメーション