AniEvo ID – Memasuki bulan November, Jepang lagi masuk ke salah satu musim paling cantik dalam setahun. Kali ini gue mau bahas tradisi Momiji-gari (紅葉狩り), kebiasaan orang Jepang buat pergi menikmati warna-warni daun musim gugur. Kalau musim semi punya hanami, musim gugur punya momiji-gari!
Arti Nama Momiji-gari
Secara harfiah, momiji berarti daun merah, khususnya daun pohon maple, sementara gari atau kari (狩り) biasanya berarti berburu. Tapi tenang, nggak ada yang diburu beneran di sini. Dalam konteks ini, kata "berburu" artinya pergi mencari dan menikmati keindahan tanaman.
Menariknya, orang zaman dulu memang mematahkan ranting berdaun merah buat dikagumi. Tapi jangan ditiru sekarang ya, karena di Jepang modern mematahkan ranting pohon di hutan bisa dianggap pencurian.
Tradisi Bangsawan Zaman Heian
Menurut JNTO, badan pariwisata resmi Jepang, kebiasaan ini berasal dari zaman Heian. Para bangsawan istana punya pohon sakura buat dinikmati di musim semi, tapi nggak punya pohon khusus buat musim gugur. Karena itu, mereka pergi ke pegunungan untuk mencari daun berwarna, lalu membuat puisi dan memainkan musik dengan latar pemandangan itu.
Istilah momiji-gari sendiri udah dipakai setidaknya sejak abad ke-10. Para bangsawan Heian naik perahu, menulis puisi, dan mengumpulkan daun. Keindahan daun musim gugur juga muncul di karya sastra klasik seperti Kokin Wakashu dan The Tale of Genji. Sekitar pertengahan abad ke-18, tradisi ini akhirnya populer juga di kalangan rakyat biasa.
Momiji-gari di Panggung Noh dan Lukisan
Tradisi ini bahkan jadi judul sebuah drama Noh berjudul Momijigari. Ceritanya tentang Taira no Koremochi yang bertemu wanita cantik saat menikmati daun musim gugur, padahal wanita itu adalah iblis dari Gunung Togakushi yang sedang menyamar. Kisah ini juga punya versi kabuki dan kagura.
Di dunia lukisan, ada layar lukis terkenal berjudul Takao Kanpu-zu (Menikmati Maple di Takao) yang disimpan di Museum Nasional Tokyo dan dikaitkan dengan pelukis Kano Hideyori. Sejak dulu, tempat seperti Tatsutagawa di Nara serta Ogurayama dan Arashiyama di Kyoto juga terkenal sebagai lokasi daun merah dalam puisi waka.
Kapan Waktu Terbaik Momiji-gari?
Perubahan warna daun di Jepang bergerak seperti gelombang. Biasanya dimulai sekitar bulan September di Daisetsuzan, Hokkaido, lalu bergerak ke selatan selama kurang lebih sebulan. Di tiap tempat, masa terbaik untuk melihatnya berlangsung sekitar 20–25 hari.
Menurut japan-guide.com, gelombang warna ini mencapai dataran rendah Jepang tengah dan selatan sekitar akhir November, dan beberapa pohon di Tokyo serta Kyoto masih berwarna sampai Desember. Tahun 2026 ini, Nikko mencapai puncaknya pada 22 Oktober, sementara Daisetsuzan pada 17 September.
Spot Momiji-gari Paling Terkenal
Salah satu spot paling ikonik adalah kuil Tofuku-ji di Kyoto yang didirikan tahun 1236. Pemandangan pohon maple di sekitar jembatan Tsutenkyo jadi daya tarik utamanya. Ada juga kuil Eikando yang dijuluki "Momiji no Eikando" karena punya ribuan pohon maple. Di dua tempat ini, puncak warna biasanya terjadi akhir November sampai awal Desember.
Buat lo yang pengen lihat suasana musim gugur Jepang lewat video, JNTO punya video resmi yang cantik banget:
Dari Daun Kuning ke Daun Merah
Ada fakta bahasa yang menarik di balik tradisi ini. Dalam antologi puisi kuno Man'yoshu, daun musim gugur kebanyakan ditulis dengan huruf 黄葉 yang berarti daun kuning. Huruf 紅葉 yang berarti daun merah, seperti yang dipakai sekarang, cuma muncul di satu puisi saja. Artinya, cara orang Jepang memandang warna musim gugur juga ikut berubah seiring waktu.
Drama Noh Momijigari sendiri dikaitkan dengan penulis Kanze Kojiro Nobumitsu, sementara kuil Tofuku-ji didirikan oleh biksu Enni Ben'en. Menurut data rata-rata Badan Meteorologi Jepang yang dikutip Wikipedia Jepang, daun maple di Tokyo biasanya mulai berubah warna sekitar 28 November. Jadi kalau lo ke Tokyo di akhir November, peluang lo buat menikmati momiji cukup besar.
Sejarah lengkap momiji-gari juga bisa lo baca di situs resmi JNTO.
Jadi, kalau suatu hari lo liburan ke Jepang di bulan November, jangan lupa masukin momiji-gari ke itinerary lo! Lo lebih pilih hanami di musim semi atau momiji-gari di musim gugur? Tulis jawaban lo di kolom komentar dan pantengin terus AniEvo ID!












