AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil dari CHARON, Kalau lo suka game psychological horror yang bikin mikir keras sambil dibuat penasaran sama time loop, Akeno no Yosuga - Twilight Loop - mungkin wajib masuk radar. Game terbaru dari CHARON / STUDIO CHARON ini resmi merilis demo gratis di Steam pada 28 September 2026.

Premisnya juga langsung bikin merinding: Akane selalu mati tepat pukul 17.00 alias jam 5 sore. 

Masalahnya, kematian tersebut bukan cuma terjadi sekali. Setiap hari terus mengulang dengan pola yang sama. Bahkan ketika Keita mencoba mengubah kejadian, mencegah kecelakaan, atau mengambil keputusan yang berbeda, Akane tetap berakhir di titik yang sama.

Dari sinilah mimpi buruk time loop dimulai.

Akane Selalu Mati Jam 5 Sore, Mau Ngapain Pun Tetap Sama

Dalam Akeno no Yosuga - Twilight Loop -, pemain akan mengikuti cerita dari sudut pandang Keita.

Awalnya, Keita mungkin hanya mengira kematian Akane adalah sebuah kejadian tragis biasa. Namun, semakin banyak kejadian yang ia alami, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang nggak beres.

Hari terus berjalan seperti biasa.

Sampai akhirnya...

17.00.

Akane mati.

Hari berikutnya kembali dimulai dan semuanya seperti kembali ke titik awal. Keita pun mencoba berbagai cara untuk mengubah nasib Akane. Mulai dari mencegah kecelakaan, mengubah tindakannya, sampai mengambil pilihan yang berbeda.

Tapi hasil akhirnya tetap sama.

Akane mati pukul 17.00.

Dan Keita kembali mengulang semuanya dari awal.

Demo Jadi Awal Mula Misteri Time Loop

Memuat tweet...

Demo yang baru dirilis membawa pemain ke bagian opening chapter, tepat ketika Keita mulai menyadari bahwa kematian Akane bukan sekadar kejadian satu kali.

Semakin sering loop terjadi, semakin banyak pula detail kecil yang mulai kelihatan.

Percakapan bisa berubah. Informasi baru muncul. Beberapa scene memberikan petunjuk yang sebelumnya nggak terlihat. Bahkan keputusan yang dibuat di loop sebelumnya bisa memengaruhi apa yang terjadi pada pengulangan berikutnya.

Jadi, jangan cuma asal pencet pilihan.

Bisa jadi ada detail kecil yang kelihatannya nggak penting, tapi ternyata punya hubungan dengan misteri utama game.

Oh iya, progres dari demo nggak akan dibawa ke versi full. Jadi ketika game lengkapnya dirilis, pemain harus memulai perjalanan dari awal lagi.

Pilihanmu Bisa Mengubah Cerita, Tapi Kematian Akane Tetap Menunggu

Salah satu bagian menarik dari game ini adalah sistem time loop yang dipadukan dengan pilihan pemain.

Steam menyebut bahwa game ini memiliki multiple endings yang dipengaruhi oleh pilihan pemain. Selain itu, percakapan dan beberapa scene juga dapat berubah ketika loop kembali dimulai.

Dengan kata lain, mengulang hari yang sama bukan berarti cuma mengulang cerita yang sama persis.

Setiap loop bisa memberikan informasi baru.

Keita harus memperhatikan perubahan kecil, mencoba pilihan berbeda, dan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di balik kematian Akane.

Tapi ada satu hal yang terasa seperti aturan mutlak:

Akane selalu mati pukul 17.00.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Keita benar-benar bisa mengubah takdir tersebut?

Atau justru semakin lama ia mencoba menyelamatkan Akane, semakin dalam dirinya terjebak dalam loop tersebut?

Akane Jadi Kunci Utama Misteri

Dari materi promosi yang dibagikan, Akane jelas menjadi salah satu karakter paling penting dalam cerita.

Karakter Akane juga diperankan oleh Minami Imaya (今谷皆美).

Akane digambarkan sebagai gadis yang terus mengalami nasib tragis yang sama. Sementara itu, Keita menjadi satu-satunya orang yang tampaknya menyadari bahwa kejadian tersebut terus berulang.

Namun, game ini belum langsung membocorkan seluruh jawabannya.

Kenapa Akane harus mati?

Kenapa waktunya selalu pukul 17.00?

Kenapa dunia terus mengarah ke kejadian tersebut?

Dan sebenarnya, siapa yang harus diselamatkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari misteri yang kemungkinan baru akan terjawab lebih jauh di versi full.

Bukan Cuma Horor, Tapi Juga Bikin Mental Ikut Capek

Jangan mengira Akeno no Yosuga - Twilight Loop - cuma mengandalkan jumpscare atau adegan kematian buat bikin pemain takut.

Game ini membawa konsep time-loop psychological horror adventure, dengan tema seperti kematian, pengorbanan diri, distorted love, hingga batas antara menyelamatkan seseorang dan menjadi terlalu bergantung kepadanya.

Steam juga memberikan content warning untuk beberapa elemen seperti kematian berulang, kecelakaan lalu lintas, dan psychological distress.

Jadi, rasa horornya bukan cuma berasal dari apa yang terjadi di layar.

Bayangin harus melihat seseorang yang kamu kenal mati berkali-kali, lalu setiap kali mencoba memperbaikinya, semuanya tetap berakhir sama.

Capek mental? Bisa banget. 

Justru tekanan seperti inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama game. Setiap loop membuat Keita semakin terdesak untuk menemukan jawaban sebelum semuanya kembali ke titik awal.

Full Version Dijadwalkan Rilis Oktober 2026

Buat yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya, Akeno no Yosuga - Twilight Loop - saat ini dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026 di Steam.

Namun, tanggal rilis pastinya dan harga game masih belum diumumkan.

Untuk dukungan bahasa, versi Jepang mendapatkan interface, subtitle, dan full audio. Sementara itu, English, Simplified Chinese, Traditional Chinese, dan Korean tersedia untuk interface dan subtitle.

Sayangnya, Bahasa Indonesia belum masuk daftar bahasa yang didukung.

Untuk spesifikasi minimum, game ini terbilang cukup ringan. Pemain membutuhkan Windows 10 64-bit, Intel Core i3 atau yang lebih baru, RAM 2 GB, integrated graphics, DirectX 9.0, serta sekitar 500 MB ruang penyimpanan.

Versi recommended membutuhkan Windows 11, DirectX 11, dan sekitar 1 GB storage.

Keyboard dan mouse juga menjadi perangkat input yang diperlukan.

Ada Penggunaan AI-Assisted Tools dalam Produksinya

Satu hal lain yang turut dicantumkan di halaman Steam adalah disclosure penggunaan AI-assisted tools.

Menurut keterangan developer, teknologi tersebut digunakan untuk membantu membuat sebagian background art assets serta proses lokalisasi ke English, Simplified Chinese, Traditional Chinese, dan Korean.

Developer juga menyebut bahwa aset serta hasil lokalisasi tersebut tetap melalui proses pengecekan dan penyesuaian selama pengembangan.

Jadi, informasi ini lebih tepat dilihat sebagai transparansi mengenai workflow produksi game. Sementara itu, cerita, desain inti, sistem permainan, dan pengembangan Akeno no Yosuga - Twilight Loop - tetap dikreditkan kepada CHARON / STUDIO CHARON.

Siap Terjebak di Loop yang Sama?

Dengan premis “Akane selalu mati pukul 17.00”, Akeno no Yosuga - Twilight Loop - kelihatannya ingin membawa konsep time loop ke arah yang lebih psikologis.

Bukan sekadar mencari cara untuk mengulang waktu, tapi juga mencari tahu kenapa kejadian tersebut terus terjadi.

Kalau kamu suka game yang penuh misteri, pilihan bercabang, psychological horror, dan cerita yang bikin otak ikut kerja lembur, demo-nya sudah bisa dicoba gratis di Steam.

Tapi ingat satu hal...

Jam 17.00 bukan waktu biasa.

Karena di dunia Keita, jam 5 sore berarti satu hal:

Akane mati lagi.