AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil dari Dunia musik anime diguncang oleh pengumuman besar akhir pekan lalu: “KiLLKiSS”, lagu pembuka dari Re:Zero − Starting Life in Another World: Chapter 4, resmi meraih Anison Taisho (Grand Prize of Anime Song Awards) dalam kategori Reiwa 7 (2025). Kemenangan ini bukan sekadar trofi — melainkan pengakuan penuh bahwa lagu yang lahir dari kolaborasi antara grup teatrikal BanG Dream! dan gaya gelap-gelapnya telah menyentuh hati jutaan penonton, mengukuhkan dirinya sebagai lagu anime terbaik tahun 2025.
Lagu ini, dibawakan oleh unit fiktif Ave Mujica, menjadi sorotan sejak pertama kali muncul di trailer Re:Zero Season 4. Dengan aransemen metal agresif, dentuman drum yang intens, dan vokal dramatis dari Mizuki, karakter utama kelompok ini, “KiLLKiSS” langsung mencuri perhatian. Liriknya yang ditulis oleh Diggy-MO’ sarat akan emosi, keputusasaan, dan pemberontakan terhadap takdir — tema-tema sentral yang selaras sempurna dengan narasi kelam Subaru Natsuki di arc Sanctuary
.Kini, “KiLLKiSS” berdiri sejajar dengan deretan legenda anisong yang pernah meraih Anison Taisho sebelumnya:
- 2019: Gurenge – LiSA (Demon Slayer)
- 2020: Homura – LiSA (Mugen Train)
- 2021: One Last Kiss – Utada Hikaru (Evangelion)
- 2022: KICK BACK – Kenshi Yonezu (Chainsaw Man)
- 2023: Idol – YOASOBI (Oshi no Ko)
- 2024: Bling-Bang-Bang-Born – Creepy Nuts (Mashle)
- 2025: KiLLKiSS – Ave Mujica
Masuknya “KiLLKiSS” dalam daftar ini menandai sebuah transformasi dalam industri anisong: dari lagu ceria bertema persahabatan menuju karya yang lebih gelap, kompleks, dan sinematik. Ini juga menjadi bukti bahwa franchise BanG Dream!, yang awalnya dikenal lewat band-band cewek imut dan lagu pop, berhasil berevolusi menjadi proyek multimedia ambisius dengan kedalaman artistik yang tak bisa diremehkan.
Kemenangan ini pun memicu euforia di kalangan fans. Di platform seperti X (dulu Twitter), tagar #MujicaChanNo1 dan #KiLLKiSSWins langsung meledak. Banyak yang menyebut momen ini sebagai “puncak dari perjalanan MyGO!!!!! menuju Ave Mujica”, mengacu pada evolusi emosional dan naratif dari dua unit fiksi tersebut dalam alur cerita BanG Dream!.
Konser-konser Ave Mujica sepanjang 2025 juga menjadi fenomena tersendiri — dipenuhi efek panggung teatrikal, kostum gothic, dan performa energik yang membuat penonton seolah menyaksikan pertunjukan musikal daripada konser biasa. Kini, kemenangan Anison Taisho seperti membekukan momen itu dalam bentuk penghargaan abadi.
Tentu, muncul pertanyaan: Apakah “KiLLKiSS” layak berada di samping “Gurenge” atau “Idol”? Jawabannya, tanpa ragu, adalah ya. Seperti para pendahulunya, lagu ini tidak hanya mendefinisikan sebuah anime, tetapi juga merepresentasikan semangat zamannya — era di mana anime mulai berani tampil gelap, puitis, dan penuh makna eksistensial.
Dengan “KiLLKiSS”, Ave Mujica bukan cuma membawa pesan pemberontakan — mereka membuktikan bahwa musik anime bisa jadi seni revolusioner. Dan dunia akhirnya mengakuinya.
















