AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil dari Hello Sunshine kembali bikin penasaran lewat story trailer terbaru yang ditampilkan dalam PC Gaming Show Tokyo Direct 2026. Game survival RPG besutan Red Thread Games ini juga dipastikan mundur ke 2027, setelah sebelumnya direncanakan hadir pada 2026.

Di game ini, kamu bakal berperan sebagai karyawan terakhir dari perusahaan Sunshine yang sudah runtuh. Kedengarannya simpel, tapi perjalananmu bakal jauh dari kata santai.

Kamu harus mengikuti robot perang raksasa menuju sebuah menara putih misterius di tengah gurun. Uniknya, robot tersebut bukan cuma kendaraan atau NPC biasa. Bayangannya bisa menjadi tempat berlindung dari panas matahari, sementara tubuhnya menjadi sumber kehangatan ketika malam tiba dan suhu gurun turun ekstrem.

Dari Cuma Ngikutin Jadi Partner Sehidup Semati

Salah satu fokus utama trailer terbaru adalah hubungan antara Nomad dan robot raksasa yang menemaninya.

Awalnya, robot tersebut bahkan hampir nggak peduli dengan keberadaan Nomad. Mesin itu terus berjalan, sementara Nomad harus mati-matian mengejar dan mengikutinya.

Namun, semuanya mulai berubah ketika pemain memperbaiki dan memberikan berbagai upgrade kepada robot tersebut.

Semakin sering dirawat, robot ini mulai memberikan lebih banyak bantuan. Mulai dari menemukan sesuatu yang tersembunyi di gurun, mengangkat Nomad melewati rintangan, memberikan perlindungan, sampai ikut menghadapi mesin perang lainnya.

Jadi, hubungan mereka bukan langsung jadi bestie. Semuanya berkembang perlahan sepanjang perjalanan.

Bahkan Nomad sendiri menyadari kalau tanpa robot tersebut, peluangnya untuk bertahan hidup bakal jauh lebih kecil.

Tapi tetap ada satu pertanyaan besar: sebenarnya robot ini siapa, dan kenapa dia terus berjalan menuju menara putih tersebut?

Siang Hari = Jangan Keluar dari Bayangan

Salah satu mekanik paling menarik di Hello Sunshine adalah bagaimana game ini menjadikan matahari sebagai ancaman.

Saat siang datang, suhu dan radiasi menjadi sangat berbahaya. Untungnya, robot raksasa yang terus berjalan menciptakan bayangan besar yang bisa digunakan Nomad sebagai tempat berlindung.

Masalahnya, berbagai resource penting bisa saja berada jauh dari jalur aman tersebut.

Pemain bisa keluar dari bayangan untuk menjelajahi bangunan, military station, storage unit, supply drop, settlement, hingga bangkai mesin. Tapi semakin jauh kamu pergi, semakin tinggi risiko terkena paparan.

Jadi, kamu harus pintar-pintar memilih: mau loot barang langka tapi berisiko, atau tetap aman di belakang robot?

Dan jangan lupa, gurun ini masih dipenuhi drone serta mesin perang otomatis yang tetap menjalankan tugasnya meskipun manusia yang menciptakannya sudah lama menghilang.

Malam Hari? Jangan Sampai Jauh-Jauh

Kalau siang bikin kamu takut keluar dari bayangan, malam justru memberikan masalah yang berbeda.

Begitu matahari tenggelam, suhu gurun turun drastis dan Nomad bisa membeku jika terlalu jauh dari robot.

Robot nantinya akan berhenti di Sunshine Service Station untuk mengisi daya. Momen ini menjadi waktu yang pas buat pemain membangun camp, memasak, crafting, memperbaiki robot, membongkar loot, dan mempersiapkan perjalanan berikutnya.

Resource yang berhasil dikumpulkan juga bisa dimasukkan ke Sunshine Recycler untuk diubah menjadi berbagai komponen dasar.

Komponen tersebut nantinya bisa dipakai untuk membuat gear, tools, hingga weapons.

Tapi jangan kira malam otomatis aman. Ada orang asing yang bisa muncul ketika malam tiba, dan developer sudah memberi sedikit warning bahwa penampilan mereka belum tentu mencerminkan niat sebenarnya.

Intinya, robot ini literally jadi partner hidup-mati: siang memberikan bayangan, malam memberikan kehangatan.

Robotnya Bisa Di-upgrade dan Di-customize

Robot raksasa di Hello Sunshine bukan cuma teman perjalanan. Ia juga berfungsi sebagai semacam mobile base yang terus bergerak.

Pemain bisa memperbaiki bagian robot yang rusak sekaligus memasang berbagai upgrade, seperti sensor yang lebih canggih dan sistem pertahanan baru.

Bukan cuma soal statistik, tampilannya juga bisa kamu personalisasi.

Robot dapat diberikan decal, warna, hingga cat baru, sehingga perlahan terasa seperti kendaraan milikmu sendiri.

Yang menarik, upgrade juga punya hubungan dengan cerita. Semakin sering Nomad merawat dan membantu robot tersebut, semakin banyak interaksi baru yang terbuka.

Robot nantinya bisa membantu mencari rahasia, melindungi Nomad, melewati obstacle, bahkan melawan war machine musuh.

Developer juga memberikan teaser menarik soal kemungkinan robot tersebut mulai mengungkap kisahnya sendiri.

Pertanyaannya kemudian berubah menjadi: apa yang terjadi ketika mesin terakhir akhirnya mengingat namamu?

Ada Little Guys yang Bisa Jadi Asisten

Kalau pekerjaan survival mulai terasa terlalu banyak, tenang, ada bantuan.

Hello Sunshine memperkenalkan mesin-mesin kecil bernama Little Guys yang bisa dirakit dan diprogram untuk membantu berbagai pekerjaan.

Mereka dapat digunakan untuk mengumpulkan material, memetakan area, berburu, hingga menjaga posisi dari serangan drone.

Jadi, kamu nggak harus melakukan semua pekerjaan sendirian.

Semakin jauh perjalanan berlangsung, semakin penting juga kemampuan untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan di camp.

Menariknya, game ini juga memasukkan elemen satire tentang dunia korporasi.

Meskipun perusahaan Sunshine sudah runtuh dan manusia hampir menghilang, sistem perusahaan ternyata masih berjalan. Status Final Employee milik Nomad tetap dikenali oleh berbagai mesin dan fasilitas.

Kamu bahkan masih bisa menaikkan employee level dan mendapatkan digital currency maupun benefit perusahaan.

Beberapa fasilitas seperti vending machine, restricted area, self-care room, tempat istirahat, dan berbagai workplace perk bisa terbuka melalui progression tersebut.

Agak absurd memang. Dunia sudah hancur, tapi urusan benefit karyawan masih jalan. 

Ada Misteri Besar di Balik Menara Putih

Di balik semua aktivitas survival, ada misteri utama yang menjadi alasan Nomad terus berjalan.

Sunshine dulu menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Namun sekarang yang tersisa hanyalah gurun tandus, mesin otomatis, drone, dan sistem perusahaan yang masih menjalankan instruksi lama.

Sebagai Final Employee, Nomad harus mengikuti perjalanan menuju sebuah menara putih yang terlihat dari kejauhan.

Apa yang sebenarnya ada di sana?

Kenapa robot terus menuju tempat tersebut?

Siapa sebenarnya Nomad?

Apa yang menyebabkan dunia berubah menjadi seperti sekarang?

Dan apa hubungan robot raksasa dengan semua kejadian tersebut?

Story trailer terbaru mulai memberikan sedikit gambaran mengenai hubungan Nomad dengan robot sekaligus memperkuat sisi misteri dari perjalanan mereka.

Bisa Solo atau Mabar

Buat yang lebih suka main bareng teman, Hello Sunshine juga menyediakan mode co-op untuk dua pemain.

Mode ini bukan cuma soal berbagi tugas mengambil resource. Pemain bisa bekerja sama saat scavenging, bertukar item, dan mengalami perjalanan dari perspektif yang berbeda.

Steam juga mencantumkan berbagai fitur seperti single-player, online co-op, LAN co-op, shared/split-screen co-op, Remote Play Together, Steam Achievements, Steam Cloud, dan Family Sharing.

Playtest juga masih tersedia melalui halaman Steam. Jadi, buat yang penasaran, kamu bisa mengajukan akses dan menunggu jika developer membuka slot tambahan.

Untuk saat ini, platform yang sudah diumumkan secara konkret adalah PC melalui Steam.

Rilis 2027, Masih Jadi Misteri

Setelah sebelumnya ditargetkan hadir pada 2026, Hello Sunshine kini dijadwalkan rilis pada 2027.

Tanggal dan bulan pastinya masih belum diumumkan. Steam juga masih menampilkan status “Coming soon”, sehingga informasi mengenai harga, preorder, maupun versi console belum bisa dipastikan.

Dengan konsep survival yang unik, robot raksasa yang berfungsi sebagai partner sekaligus mobile base, serta misteri besar di balik dunia Sunshine, game ini punya pendekatan yang cukup beda dari survival RPG pada umumnya.

Sekarang tinggal menunggu satu hal: kapan tepatnya perjalanan Nomad menuju menara putih itu dimulai?