AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil kerja di balik layar gim raksasa sekelas Genshin Impact mungkin kedengarannya kayak dream job impian sejuta umat ya? Tapi jangan salah kaprah dulu ya gan. Realitas dunia kerja di industri gim kadang nggak seindah grafis visualnya. Baru-baru ini, linimasa komunitas gim global lagi diguncang drama panas. Beredar kabar burung yang Menyebutkan kalau miHoYo (yang di pasar global kita kenal sebagai HoYoverse) memuat mecat salah satu karyawannya cuma gara-gara satu hal sepele tapi fatal: nggak ngerespons kontak kantor pas larut malam!
Isu ini tiba-tiba meledak setelah tangkapan layar yang diduga berasal dari mantan karyawan bocor dan menyebar ke berbagai platform diskusi internasional. Pesan yang bocor itu mengeklaim kalau manajemen perusahaan tidak tersedia total alias standby 24/7 dari para stafnya. Berdasarkan isi tangkapan layar tersebut, alasan perusahaan memproses pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan ini membuat netizen geleng-geleng kepala: siapa pun yang tidak bisa dihubungi kapan pun dianggap tidak cocok sama budaya perusahaan!
Meski bocoran gambar itu tidak mencantumkan detail nama orang, tanggal pasti, atau berkas kontrak kerja buat verifikasi keabsahannya 100%, unggahan tersebut secara gamblang mengarah ke raksasa gim asal Tiongkok ini. Nggak cuma itu, isu ini makin bikin panas setelah muncul catatan yang nyenggol soal nominal gaji di divisi Jepangnya. Kabarnya, biaya untuk posisi produksi dan pemasaran di sana masih berada di bawah angka enam juta yen per tahun—nominal yang dinilai sebagian orang kurang sepadan jika karyawannya harus terus-terusan siaga siang dan malam tanpa kenal waktu istirahat.

Sampai detik ini, baik pihak miHoYo maupun label global HoYoverse belum ngerilis pernyataan resmi apa pun buat membenarkan atau membantah rumor pembohong tersebut. Namun yang jelas, di mata komunitas gamer dan pegiat industri, isu ini secara langsung memicu kekhawatiran mengenai batasan antara profesionalisme dan keseimbangan kehidupan kerja .
Sebagian warganet lantang bersuara kalau nuntut karyawan angkat telepon atau balas pesan kantor di luar jam kerja secara hukum mestinya dihitung sebagai lembur berbayar ( lembur ). Di sisi lain, beberapa orang yang paham hukum ketenagakerjaan di Jepang sempat berdiskusi lalu memproses keluar dengan alasan pemutusan hubungan kerja dari perusahaan justru mendapatkan keuntungan izin asuransi pendidikan yang lebih oke dibandingkan mengundurkan diri secara sukarela. Tetap aja, dilema jam kerja maraton dan tuntutan standby non-stop di industri gim kembali jadi sorotan tajam.
Sebagai pengembang dan penerbit di balik mega-hit Genshin Impact yang sudah merevolusi pasar sejak rilis September 2020, miHoYo memang sudah menjelma jadi monster industri yang luar biasa cuan. Portofolio mereka makin gila-gilaan lewat judul-judul besar lainnya kayak Honkai: Star Rail sampai Zenless Zone Zero . Sayangnya, kabar miring soal jam kerja batas tanpa ini jadi pengingat kalau di balik kemegahan dunia Teyvat yang kita nikmati, ada kerja keras para staf yang hak istirahatnya sering kali dipertaruhkan. Kalau menurut lo sendiri gimana, sanggup nggak kerja di studio gim idaman kalau harus siaga angkat telepon kantor jam dua pagi?












