AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil dari X/Twitter, Carmen, anggota dari grup idola Heart2Heart, yang tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet Jepang dan Indonesia. Bukan karena skandal atau kontroversi panggung, sorotan tersebut justru bermula dari isi tas bawaannya yang menampilkan produk perawatan tubuh legendaris asal Indonesia: Minyak Kayu Putih Cap Lang dan Minyak Telon My Baby. grup idola Heart2Heart,
Bagi masyarakat Indonesia, kedua jenis minyak ini merupakan barang esensial harian yang hampir selalu ada di setiap sudut rumah. Aromanya yang khas, kehangatan yang menenangkan, serta harganya yang sangat ramah di kantong menjadikannya andalan keluarga sejak puluhan tahun silam. Namun, persepsi tersebut berubah drastis ketika produk-produk tersebut melintasi batas negara dan mendarat di pasar dare Negeri Sakura.
Sorotan bermula ketika sebuah akun di platform X (sebelumnya Twitter), @imnotachan, membagikan tangkapan layar harga kedua produk tersebut di situs lokapasar ( e-commerce ) Jepang. Tak disangka-sangka, banderol yang tertera melonjak berkali-kali lipat dibandingkan harga ritel di tanah air. Minyak Kayu Putih Cap Lang ukuran 120 ml dijual seharga 2.490 Yen atau setara dengan Rp260 ribu. Sementara itu, paket Minyak Telon My Baby ditawarkan dengan harga fantastis mencapai 3.990 Yen, atau setara dengan kisaran Rp420 ribu.

Melihat tingginya harga tersebut, akun pengunggah pun melontarkan kelakar bernada heran: "Carmen-chan, apa kamu sebenarnya dari keluarga konglomerat???" Candaan ini langsung memicu gelombang tawa di kalangan pengguna media sosial. Warganet Jepang mengira Carmen membawa barang mewah impor berharga tinggi, tanpa menyadari bahwa di negeri asalnya, produk serupa bisa didapat di warung kelontong mana pun dengan nominal belasan ribu rupiah saja.
Fenomena perbedaan harga akibat biaya impor dan distribusi internasional ini segera disambut meriah oleh warganet Indonesia. Kolom komentar dan linimasa pun dibanjiri menanggapi humoris. Banyak netizen tanah air yang berkelakar bahwa persediaan minyak telon dan minyak kayu putih di rumah mereka tiba-tiba meningkatkan status ekonomi keluarga. Candaan seperti "Pantesan kita semua desil 10, pada punya minyak kayu putih di rumah" hingga "Ternyata saya sekaya itu" banyak bermunculan, memicu fenomena ini dengan label kelas ekonomi teratas atau kaum elite.
Selain memicu tawa, momen ini juga menunjukkan sisi kepribadian Carmen yang tetap membumi dan setia pada kenyamanan produk perawatan khas tanah air meski berkarier di industri hiburan modern. Keputusannya membawa minyak kayu putih dan minyak telon saat bepergian membuktikan betapa khasiat minyak herbal nusantara tetap tak tergantikan oleh produk internasional lainnya. Fenomena viral ini tidak hanya menghibur, tetapi juga secara sengaja memperkenalkan produk lokal legendaris Indonesia ke mata audiens global dengan cara yang unik dan menyenangkan.











