AniEvo ID – Berita kali ini gue ambil dari HideWorks, Kabar kurang enak buat yang udah nungguin Liminal Point. Game survival horror psikologis besutan HideWorks resmi mundur dari target rilis 2026 ke 2027.

Tapi tenang, ini bukan karena gamenya mandek. Justru sebaliknya, proyeknya sekarang makin gede dan fiturnya makin banyak. HideWorks bilang mereka butuh waktu tambahan buat beresin combat, crafting, musuh, fitur dari feedback pemain, sampai versi konsol.

Masalahnya, HideWorks cuma punya dua orang di dalam tim. Jadi, setiap fitur baru otomatis bikin workload mereka makin berat.

Scope Game Makin Gede

Awalnya, Liminal Point punya scope yang lebih kecil. Namun selama proses development, game ini berkembang cukup jauh.

Sekarang bakal ada lebih banyak pilihan combat, sistem crafting, dan variasi musuh. Tim juga terus menambahkan berbagai fitur berdasarkan feedback dari komunitas.

Daripada buru-buru ngejar target 2026 dan akhirnya game belum matang, HideWorks memilih memberikan waktu ekstra untuk polishing, optimization, testing, dan menyempurnakan berbagai sistem di dalam game.

Jadi, versi final Liminal Point nantinya bakal jauh lebih luas dibandingkan gambaran awal yang diperlihatkan saat trailer pertamanya muncul pada awal 2025.

Fitur Kecil Ternyata Bisa Makan Waktu Lama

Salah satu contoh paling menarik adalah fitur control remapping.

Fitur ini sebenarnya nggak ada di rencana awal. Namun setelah mendapatkan feedback dari pemain, HideWorks memutuskan untuk menambahkannya.

Hasilnya? Implementasinya ternyata membutuhkan waktu beberapa minggu.

Kelihatannya memang cuma fitur kecil, tapi di baliknya ada pekerjaan engineering, UI, testing, sampai memastikan semuanya kompatibel dengan berbagai kondisi.

Ini juga jadi gambaran kalau development game, apalagi oleh tim super kecil, nggak sesimpel “tinggal tambahin fitur”.

Versi Konsol Juga Bikin Development Makin Panjang

Selain PC, Liminal Point juga sedang disiapkan untuk hadir di konsol.

Game ini sudah memiliki halaman atau wishlist untuk PS5 dan Xbox, sementara versi PC direncanakan hadir melalui Steam, Epic Games Store, dan GOG.

Nah, membawa game ke konsol ternyata bukan sekadar bikin satu build tambahan.

HideWorks harus menyesuaikan kontrol, UI, testing, kebutuhan masing-masing platform, hingga proses certification. Semua itu harus dikerjakan oleh tim yang cuma beranggotakan dua orang.

Makanya, sejauh ini belum ada tanggal atau bulan spesifik untuk peluncurannya. Yang sudah dipastikan baru window rilis 2027.

Lyra Balik ke Ashen Point, dan Misterinya Makin Serem

Untuk ceritanya sendiri, Liminal Point masih berfokus pada Lyra, mantan rising rock star yang mendapatkan voicemail misterius.

Pesan tersebut akhirnya membawa Lyra kembali ke Ashen Point, pulau tempat kisah band-nya berakhir tragis.

Di sana, Lyra harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Mira, rekan band-nya yang menghilang.

Masalahnya, Ashen Point sekarang bukan lagi tempat yang normal. Kota tersebut sudah membusuk, dipenuhi kabut, dan dihuni berbagai makhluk aneh.

Lyra harus menjelajahi area-area menyeramkan, mencari petunjuk, menghadapi monster, sekaligus mencoba membedakan mana kenyataan, ingatan, dan mimpi buruk.

Survival Horror Klasik dengan Gaya Isometrik

Buat kamu yang kangen survival horror klasik, Liminal Point punya formula yang cukup familiar.

Ada resource terbatas, inventory management, eksplorasi map, combat, puzzle, dan berbagai ancaman yang bisa muncul selama perjalanan.

Bedanya, game ini menggunakan perspektif isometrik dengan environment 3D dan dynamic lighting yang bikin suasananya makin creepy.

Beberapa lokasi yang sudah diperlihatkan antara lain Ashen Point, mansion, hospital, dan sewers.

Sound juga jadi bagian penting dalam membangun atmosfer. HideWorks menggunakan original soundtrack dan ambient audio untuk bikin eksplorasi terasa makin tegang.

Game ini sendiri dirancang sebagai pengalaman single-player, dan sejauh ini belum ada pengumuman mengenai multiplayer atau co-op.

Development Masih Gas Terus

Meskipun mundur ke 2027, development Liminal Point masih berjalan aktif.

HideWorks saat ini masih mengerjakan berbagai bagian game, mulai dari environment, combat, enemies, cinematics, animation, optimization, world, hingga story.

Developer juga berencana lebih rutin memberikan update melalui halaman Steam. Nantinya pemain bisa melihat environment baru, gameplay progress, behind-the-scenes, dan berbagai perkembangan lainnya.

Jadi, buat yang udah masukin Liminal Point ke wishlist, masih harus sedikit lebih sabar. 2026 batal, tapi 2027 jadi target baru buat game horror yang satu ini.

Dan melihat scope-nya yang terus berkembang, waktu ekstra tersebut bakal dipakai HideWorks untuk memastikan Liminal Point benar-benar siap saat akhirnya dirilis.