AniEvo ID – Kalau lo pernah nonton anime yang tokohnya naik kereta jarak jauh atau shinkansen, kemungkinan besar lo pernah lihat mereka makan bento sambil menikmati pemandangan. Bento itu namanya Ekiben (駅弁), gabungan dari kata eki (stasiun) dan bento (bekal makanan). Kali ini gue mau bahas budaya kuliner unik yang satu ini!
Ekiben Pertama Muncul Tahun 1885?
Klaim yang paling umum menyebut ekiben pertama dijual di Stasiun Utsunomiya pada 16 Juli 1885. Isinya sederhana banget, yaitu onigiri dengan acar lobak yang dibungkus daun bambu. Tanggal ini sekarang diperingati sebagai Hari Ekiben.
Tapi sebenarnya ada banyak klaim saingan. Beberapa catatan menyebut stasiun lain seperti Umeda di Osaka dan Kobe sekitar 1877, lalu Kumagaya dan Ueno tahun 1883, sampai Tsuruga tahun 1884. Sementara itu, ekiben dalam bentuk kotak seperti yang kita kenal sekarang biasanya dikaitkan dengan Stasiun Himeji sekitar tahun 1889 atau 1890.
Ekiben Resmi Punya Tanda Khusus
Secara definisi ketat, ekiben adalah bento berbahan dasar nasi yang dijual di stasiun oleh anggota asosiasi pedagang stasiun Jepang. Para anggota ini boleh memakai tanda ekiben (駅弁マーク) di kemasan mereka.
Dulu, ekiben dijajakan langsung oleh pedagang yang berjalan di peron. Sayangnya, tradisi itu makin langka. Per tahun 2016, tercatat kurang dari 10 stasiun yang masih punya pedagang ekiben di peron.
Ada juga inovasi yang keren. Tahun 1988, perusahaan Awajiya di Kobe memperkenalkan ekiben yang bisa memanaskan dirinya sendiri memakai reaksi kapur dan air. Sampai sekarang, ekiben lidah sapi (gyutan) dari Miyagi juga dikenal dengan kantong pemanas otomatisnya.
Ikameshi, Raja Festival Ekiben
Salah satu ekiben paling legendaris adalah Ikameshi dari Stasiun Mori di Hokkaido, buatan Abe Shoten. Isinya cumi-cumi utuh yang diisi nasi. Abe Shoten mulai jualan bento sejak stasiun itu dibuka tahun 1903, dan mulai menjual ikameshi tahun 1941.
Ikameshi jadi bintang di festival ekiben terbesar Jepang yang digelar department store Keio di Shinjuku. Sejak tahun 1971, ikameshi jadi menu terlaris festival itu selama 50 edisi berturut-turut, sampai akhirnya diberi status "hall of fame" pertama pada tahun 2021.
Toge no Kamameshi dan Festival Keio
Ekiben legendaris lainnya adalah Toge no Kamameshi dari Oginoya di Yokokawa. Kamameshi ini disajikan di dalam pot tanah liat dan mulai dijual tahun 1958. Penjualannya di stasiun sempat anjlok 99,9% setelah Nagano Shinkansen dibuka tahun 1997, tapi produk ini tetap bertahan dan wadah kertasnya bahkan memenangkan Good Design Award pada 2013.
Festival ekiben di department store pertama kali digelar Takashimaya Osaka tahun 1953, lalu festival Keio Shinjuku tahun 1966 bikin format ini populer di seluruh Jepang. Festival Keio ke-61 pada Januari 2026 menghadirkan lebih dari 380 jenis ekiben dari sekitar 40 pedagang.
Cerita di balik Ikameshi juga menarik. Di Stasiun Mori sendiri, ikameshi dulunya cuma terjual sekitar 10 kotak per hari. Popularitasnya justru meledak lewat festival ekiben Keio, di mana Abe Shoten jadi satu-satunya pedagang yang selalu memasak langsung di lokasi sejak festival pertama tahun 1966.
Menurut JNTO, harga ekiben biasanya mulai dari di bawah ¥1.000 sampai sekitar ¥3.000. Info lengkap soal budaya ekiben bisa lo cek di situs resmi JNTO.
Jadi, kalau suatu hari lo naik shinkansen di Jepang, jangan lupa beli ekiben khas daerahnya ya! Ekiben mana yang paling pengen lo cobain, ikameshi atau kamameshi? Tulis di kolom komentar dan pantengin terus AniEvo ID buat kuliner Jepang lainnya!












